Penulisan Daftar Pustaka yang Benar

  • 22 Mar, 2020
  • 2 menit waktu baca
Penulisan Daftar Pustaka yang Benar

BankSoal.Biz – Daftar pustaka merupakan susunan tulisan, letaknya di akhir sebuah karya ilmiah. Didalamnya memuat nama penulis, judul tulisan, penerbit, identitas penerbitan, dan tahun terbit. Fungsinya sebagai sumber atau rujukan seorang penulis ketika berkarya. Untuk membuktikan bahwa landasan dari pemikiran, ada teori yang menguatkan. Keberadaan penulisan daftar pustaka yang benar, tidak akan mengarah pada bentuk plagiarisme.

Tata Cara Menulis Daftar Pustaka

Sebelum berlanjut pada cara menulis daftar pustaka. Anda terlebih dahulu tahu cara mengutip dalam tata bahasa Indonesia. Mengutip diartikan mengambil ide orang lain, kemudian merangkai dengan kalimat sendiri. Artinya penulis tidak memakai kalimat yang sama persis, tapi mengandung arti sama. Namun ide tulisan harus diambil dari artikel atau sumber lain yang kredibel. Serta sumber tersebut bisa dipertanggung jawabkan.

Berbeda dengan kutipan tidak langsung, kalau ini menulis ulang kalimat sesuai aslinya. Penulis menggunakan teknik coy paste tanpa mengubah kalimat asli. Ada baiknya mengenal kutipan dulu, sebelum mengenal penulisan daftar pustaka yang benar. Terdapat dua jenis kutipan langsung, yaitu kutipan panjang dan pendek. Gunakan APA Style jika lebih dari 40 kata, dan MLA Style untuk panjang kalimat tidak leih dari 4 baris.

  1. Mencantumkan Nama

Nama penulis dituliskan pada bagian paling awal, sebelum diikuti lainnya. Perlu diingat untuk tata penulisan dimulai dari, nama belakang penulis tersebut. Kemudian beri tanda koma setelah itu, cantumkan nama depan dan tengah penulis buku. Jika sumber buku dikarang oleh dua orang atau lebih, maka yang dibalik hanya nama pertama. Penulis kedua dan seterusnya diurut, sesuai dengan nama aslinya. Tetapi bila terdiri dari lebih 3 penulis cukup balik nama pertama, lainnya tulis “dkk”.

  1. Tampilkan Tahun Terbit

Dalam penulisan daftar pustaka yang benar, andalannya gunakan jurus ‘natajukopen’. Keberadaan tahun sumber terbit menjadi patokan, valid tidaknya rujukan tersebut. Ketika mencatumkan tahun cek dulu ke cover bagian dalam. Siapa tahu tulisan tahun di cover luar bukan buku cetakan awal. Melainkan buku cetakan kedua, ketiga ataupun cetakan terakhir. Hal ini sangat diperlukan untuk mengetahui, apakah buku mengalami pembaruan atau tidak.

  1. Penulisan Judul Buku

Tujuannya memberi informasi jenis buku apa yang dijadikan refrensi penulis. Jadi pembaca karya anda tahu, darimana sumber pemikiran berasal. Buku menjadi penguat terkait opini anda dalam karya ilmiah. Terkait aturan penulisan judul harus secara lengkap, lalu dibuat dengan gaya tulisan italic. Setelah itu ditutup menggunakan tanda titik, dan lanjutkan penulisan dengan syarat lainnya.

  1. Pemberian Asal Kota dan Nama Penerbit

Bagian terakhir dalam penulisan daftar pustaka yang benar, ialah cantumkan kota dan nama penerbit. Dahulakan menulis nama kota baru diikuti dengan nama penerbit, pisahkan dengan tanda titik dua. Tujuannya agar pembaca tahu darimana asal rujukan anda, tidak sembarangan ambil sumber. Jika sudah merasa benar pastikan semua tanda batas, setiap urutan. Pastikan sudah dibubuhi tanda titik pada semua urutan, khusus kota dan nama penerbit saja yang menggunakan tanda titik dua.

Menulis daftar pustaka menjadi bagian penting dalam penulisan karya ilmiah. Tujuannya sebagai penguat pendapat tulisan anda, dan menyatakan bukan hasil pemikiran pribadi. Untuk sumber kekuatan anda bahwa apa yang anda kutip dan jabarkan, berasal dari pendapat suatu tokoh. Selain itu tata cara penulisan daftar pustaka harus diperhatikan, mulai dari nama hingga tahun terbit. Agar lebih memudahkan pembaca karya ilmiah.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *